Selasa, 27 April 2010

Kerajinan Ikan Pari Tembus Ekspor


Boyolali ( KR) - Produk kerajinan berbahan baku ikan pari dari kabupaten Boyolali kini mulai menembus pasar ekspor. Produk kerajinan yang dimaksud antara lain adalah tas, dompet, ikat pinggang dan souvenir lain seperti tempat ponsel dan sejenisnya.
Salah seorang perajin, wawan purnomo (30) mengatakan kulit pari yang telah disulap menjadi barang kerajinan bernilai tinggi. " kini hasil kerajinan berupa dompet, tas, ikat pinggang maupun tempat ponsel sudah menembus pasar ekspor," katanya ketika ditemui di kediamannya, dukuh Sambon, Desa Sambon, Kecamatan Banyudono, Boyolali.
Beberapa negara yang telah menjadi tujuan ekspor produk kerajinan kulit ikan pari adalah jepang dan singapura. Menurutnya, produk kerajinan dari Boyolali mendapat pujian khusus dari pembeli jepang dan Singapura. " Dalam waktu dekat, sejumlah pembeli dari jepang dan singapura berniat datang untuk melihat langsung proses produksi kerajinan ikan pari" jelasnya. Menurut wawan, usaha pembuatan tas dan dompet tersebut bermula saat dirinya bekerja diusaha serupa di jakarta dan medan. Setahun lalu dia dan keluarganya memutuskan pulang kampung untuk usaha mandiri. Dari sejumlah bahan kulit, dia akhirnya memilih kulit ikann pari karena belum banyak pesaig.
Produksi dompet dan tas sudah berhasil menembus pasar di sejumlah daerah di luar boyolali antara lain Bali, Lombok, Jakarta dan Sumatera. Produk yang dikirim ke luar Jawa tersebut sudah dilakukan secara rutin karena pemintaan juga sudah rutin.Sampai saat ini, perajin produk kerajinan dari bahan kulit ikan pari masih cukup mamadai dan tidak ada kesulitan.
Kini perajin mulai mengembangkan pasarnya dengan berbagai cara, termasuk melalui internet. Dengan perkembangan usaha yangg terus meningkat, kini omzet seorang perajin produk kerajinan dengan bahan kulit ikan pari di boyolali telah mencapai sekitar Rp. 25 Juta - Rp. 30 Juta per bulan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar